Jeruk Nipis
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
I.1
Latar Belakang
Nasi merupakan salah satu bahan pokok terbuat dari bulir – bulir
padi yang dimasak. Panaganan ini sangat populer bagi masyarakat di seluruh
penjuru dunia khususnya di Indonesia. Di Indonesia nasi digunakan sebagai
panganan pokok yang wajib ada di meja makan, bahkan ada pepatah yang mengatakan
bahwa” Jika Tidak Makan Nasi Berarti Belum Makan”. Padahal orang tersebut sudah
memakan bubur ayam dan lontong sayur yang kita tahu bahwa pangan itu juga
berasal dari nasi. Selain itu nasi juga memiliki kadar glukosa yang banyak,
sehingga dapat menambah energi kita.
Namun, nasi tidak dapat bertahan lama. Setelah pemasakan nasi
paling lama hanya bertahan selama kurang klebih 6 jam diruang terbuka. Melihat
hal tersebut banyak masyarakat yang menjadikan nasi menjadi olahan - olahan panganan seperti Lontong, Buras,
Nasi Goreng, Nasi Ulam, dll. Olahan – olahan tersebut sebenarnya bertujuan
tidak lain adalah untuk memperlama daya tahan nasi agar tidak cepat basi.
Di samping itu, saat ini di zaman yang serba modern ini semakin
banyak saja peralatan – peralatan elektronik untuk mempermudah dalam pemasakan
juga penghangatan dengan tujuan yang sama, yaitu memperlama daya tahan nasi
agar tidak cepat basi. Peralatan – peralatan tersebut antara lain adalah rice
cooker, magic jar,dll. Akan tetapi perlu diperhatikan akibat – akibat yang
ditimbulkan oleh penggunaan peralatan tersebut.
Berdasarkan hal tersebut kami tertarik untuk menggunakan bahan –
bahan alami sebagai bahan pengawet nasi agar tidak basi, selain itu bahan alami
tidak memiliki efek samping . Bahan – bahan tersebut salah satunya adalah
perasan jeruk nipis. Dengan penelitian ini diharapkan masyarakat dapat
menggunakan cara – cara ini sebagai alternatif cara untuk mengaetkan nasi agar
lebih tahan lama dan sedikit meninggalkan peralatan – peralatan elektronik yang
mungkin berakibat buruk bagi kesehatan.
I.2
Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang ada, kami penulis mengidentifikasi
masalah sebagai berikut :
1.
Bagaimanakah cara mengawetkan nasi dengan cara yang alami?
2.
Apakah perasan air jeruk dapat dijadikan pengawet alami untuk nasi?
3.
Mengapa perasan air jeruk dapat dijadikan pengawet alami untuk
nasi?
4.
Apakah kelebihan nasi yang diawetkan dengan perasan air jeruk, jika
dibandingkan nasi yang di simpan di penanak nasi?
I.3
Pembatasan Masalah
Berdasakan latar belakang yang ada dan melihat banyaknya masalah
yang ada, penulis membatasi masalah pada :
1.
Apakah perasan air jeruk dapat dijadikan pengawet alami untuk nasi?
2.
Mengapa perasan air jeruk dapat dijadikan pengawet alami untuk
nasi?
I.4
Perumusan Masalah
Melihat hal – hal diatas kami penulis, merumuskan masalah pada :
1.
Apakah perasan air jeruk dapat dijadikan pengawet alami untuk nasi?
2.
Mengapa perasan air jeruk dapat dijadikan pengawet alami untuk
nasi?
I.5
Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan :
1.
Memberitahu masyarakat bagaimana cara mengawetkan nasi dengan bahan
– bahan alami.
2.
Memberitahu masyarakat manfaat jeruk sebagai bahan pengawet nasi.
3.
Memberitahu masyarakat bahwa nasi yang diawetkan dengan perasan
jeruk dapat dijadikan makanan bagi pengidap diabetes.
I.6
Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian yang kami lakukan adalah sebagai berikut :
1.
Masyarakat mengetahui cara mengawetkan nasi dengan bahan – bahan
alami.
2.
Masyarakat mengetyahui bahwa jeruk dapat dijadikan bahan pengawet
bagi nasi.
3.
Masyarakat dapat memanfaatkan nasi yang diawetkan dengan perasan
jeruk sebagai pangnan bagi pengidap diabetes.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
KAJIAN PUSTAKA
II.1 Klasifikasi
II.1.1
Jeruk Nipis
II.1.1.A
Klasifikasi Jeruk Nipis
|
Jeruk nipis
|
||||||||||||||
|
Buah jeruk nipis
|
||||||||||||||
|
||||||||||||||
|
Citrus aurantifolia
|
Jeruk nipis atau limau nipis
adalah tumbuhan perdu yang menghasilkan buah dengan nama sama. Tumbuhan ini dimanfaatkan buahnya, yang biasanya bulat,
berwarna hijau atau kuning, memiliki diameter 3-6 cm, memiliki rasa
asam dan agak pahit,agak serupa rasanya dengan lemon. Jeruk nipis, yang sering dinamakan secara salah kaprah sebagai jeruk
limau, dipakai perasan isi buahnya untuk memasamkan makanan, seperti pada soto.[1]
II.1.1.B
Kandungan Zat Jeruk Nipis
Tabel 1 Nilai zat gizi yang dimiliki oleh 100 gr jeruk nipis
Jeruk nipis
juga mengandung asam sitrat, asam amino (triptofan, lisin), minyak atsiri
(sitral, limonen, felandren, lemon kamfer, kadinen, gerani-lasetat,
linali-lasetat, aktilaldehid, nildehid) damar, glikosida, asam sitrun, vitamin
B1, dan C. Karena banyaknya kandungan yang dimiliki oleh jeruk nipis, banyak
orang yang menggunakan jeruk ini antara lain sebagai berikut :
Manfaat dan khasiat
jeruk nipis bagi kesehatan :
- Ambeien
Ambil 10 gr akar pohon
jeruk nipis, cuci bersih. Rebus dengan 1 liter air selama kurang lebih 30
menit, saring. Diminum 3 kali sehari dalam keadaan hangat-hangat.
- Amandel
Siapkan 3 buah jeruk
nipis, ambil bagian kulitnya saja kemudian dicuci bersih dan dipotong-potong.
Rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa ¾ bagian. Gunakan air rebusan
tersebut untuk berkumur, lakukan secara rutin 3-4 kali sehari.
- Batuk Disertai Influenza
Ambil sebuah jeruk
nipis masak dengan kandungan air yang cukup banyak dan peras sarinya. Seduh air
perasan jeruk nipis tersebut dengan 60 cc air panas dan tambahkan ½ sendok the
air kapur sirih, aduk rata. Minum ramuan ini 2 kali sehari 2 sendok makan.
- Batu Ginjal
Ambil 2 buah jeruk
nipis kampung, diperas sarinya dan diencerkan dengan 2 gelas air hangat. Minum
ramuan ini secar rutin selama 10 hari sehabis makan malam.
- Jerawat
Salah satu manfaat
jeruk nipis adalah menghilangkan jerawat secara alami. Cara cukup dengan
mengiris satu buah jeruk nipis dan gosokkan pada kulit wajah.
- Mencegah Rambut Rontok atau Berketombe
Siapkan dua buah jeruk
nipis dan potong masing-masing menjadi 3 bagian, oleskan secara merata pada
kulit kepala. Bungkus rambut menggunakan handuk semalaman, keramaslah
pada keesokan harinya. Lakukan secara rutin 3 kali seminggu.
- Melangsingkan Badan
Buatlah secangkir
hangat teh hijau kemudian tambahkan air perasan satu buah jeruk nipis. Lakukan
setiap hari secara rutin pada pagi dan sore hari.[2]
II.1.2
Jeruk Limo
II.1.2.A
Klasifikasi Jeruk Limo
JERUK LIMAU (Citrus amblycarpa)
Citrus amblycarpa fruits
Nama Umum
Indonesia
: Jeruk lemo (Jeruk limau)
Vietnam
: Qui’t ta
Klasifikasi Tanaman
Kingdom
: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom
: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super
Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi
: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas
: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub
Kelas : Rosidae
Ordo
: Sapindales
Genus
: Citrus
Spesies
: Citrus amblycarpa (Hassk.) Ochse
DESKRIPSI UMUM
TANAMAN
Tidak ditemukan referensi yang mendeskripsikan Citrus amblycarpa
secara mendetail. Beberapa menyebutkan bahwa jeruk ini sama dengan Jeruk
nipis (Citrus aurantifolia), namun sebenarnya C.amblycarpa dan C.aurantifolia
merupakan dua spesies yang berbeda.Penyebaran tanaman ini di daerah tropis,
seperti Malaysia, dan Indonesia (terutama di Jawa).
C.amblycarpa terklasifikasi dalam familia Rutaceae, menurut Dasuki
UA. (1991) dan Wilson H.D (2006) secara umum morfologi tanaman famili Rutaceae
sebagai berikut Pohon, perdu yang aromatis, kadang memanjat, kadang
berduri, menghasilkanKkumarin (derivat dari asam sinamat). Daun tersebar/
berhadapan, majemuk pinnatus, trifoliolatus atau unifoliolatus,
pellusid-punktatus (terdapat bintik-bintik bening) karena adanya rongga
sekresi, epidermis sering bersilika. Bunga simosa/ rasemus, bi-atau
uni-seksual, aktinomorf / zigomorf; sepal 5-4 lepas atau bersatu, petal sama
dengan sepal dan berselangan, stamen 2 lingkaran/ 1 lingkaran di depan petal,
atau banyak, kadang ada staminodia; ginaesium (2-) 4-5 (-banyak) karpel. Buah
kapsula, drupa atau baka. Terdiri: 150 marga dengan 1500 jenis,
kosmopolitan.
Prof. Dr. HM. Sanusi Ibrahim dibantu mahasiswanya , meneliti
kumarin terhadap 10 tanaman obat tradisional itu sejak 1994 sampai 2006, salah
satunya pada C.amblycarpa. dari kulit buah jeruk (Citrus amblycarpa
Harsak) berhasil diidentifikasi kumarin dengan nama 5,7 -dimetoksi
kumarin, menurun Sanusi kumarin ini berpotensi sebagai racun tikus (Kompas,
Johnny TG, 2008).[3]
II.1.2.B
Kandungan Zat Jeruk Limo
Jeruk Limau
Nutrisi,
Nilai per 100 gram porsi makanan
Air, 88.26 g
Energi, 30 kcal
Energi, 126 kj
Protein, 0.7 g
Total Lemak, 0.2 g
Karbohidrat, 10.54 g
Serat, 2.8 g
Ampas, 0.3 g
Energi, 30 kcal
Energi, 126 kj
Protein, 0.7 g
Total Lemak, 0.2 g
Karbohidrat, 10.54 g
Serat, 2.8 g
Ampas, 0.3 g
Mineral
Kalsium, Ca, 33 mg
Besi, Fe, 0.6 mg
Magnesium, Mg, 6 mg
Phospor, P, 18 mg
Potassium, K, 102 mg
Sodium, Na, 2 mg
Seng, Zn, 0.11 mg
Tembaga, Cu, 0.065 mg
Mangan, Mn, 0.008 mg
Selenium, Se, 0.4 mcg
Kalsium, Ca, 33 mg
Besi, Fe, 0.6 mg
Magnesium, Mg, 6 mg
Phospor, P, 18 mg
Potassium, K, 102 mg
Sodium, Na, 2 mg
Seng, Zn, 0.11 mg
Tembaga, Cu, 0.065 mg
Mangan, Mn, 0.008 mg
Selenium, Se, 0.4 mcg
Vitamin
Vitamin C, asam ascorbic, 29.1 mg
Thiamin, 0.03 mg
Riboflavin, 0.02 mg
Niacin, 0.2 mg
Asam Pantothenic, 0.217 mg
Vitamin B-6, 0.043 mg
Folate, 8.2 mcg
Vitamin B-12, 0 mcg
Vitamin A, 10 IU
Vitamin A, RE, 1 mcg_RE
Vitamin E, 0.24 mg_ATE
Vitamin C, asam ascorbic, 29.1 mg
Thiamin, 0.03 mg
Riboflavin, 0.02 mg
Niacin, 0.2 mg
Asam Pantothenic, 0.217 mg
Vitamin B-6, 0.043 mg
Folate, 8.2 mcg
Vitamin B-12, 0 mcg
Vitamin A, 10 IU
Vitamin A, RE, 1 mcg_RE
Vitamin E, 0.24 mg_ATE
Lemak
Asam Lemak Jenuh, saturated, 0.022 g
4:0, 0 g
6:0, 0 g
8:0, 0 g
10:0, 0 g
12:0, 0 g
14:0, 0.001 g
16:0, 0.02 g
18:0, 0.001 g
Asam Lemak Tak Jenuh, monounsaturated, 0.02 g
16:1, 0.003 g
18:1, 0.016 g
20:1, 0 g
22:1, 0 g
Asam Lemak Tak Jenuh, polyunsaturated, 0.055 g
18:2, 0.036 g
18:3, 0.019 g
18:4, 0 g
20:4, 0 g
20:5, 0 g
22:5, 0 g
22:6, 0 g
Kolesterol, 0 mg
Asam Lemak Jenuh, saturated, 0.022 g
4:0, 0 g
6:0, 0 g
8:0, 0 g
10:0, 0 g
12:0, 0 g
14:0, 0.001 g
16:0, 0.02 g
18:0, 0.001 g
Asam Lemak Tak Jenuh, monounsaturated, 0.02 g
16:1, 0.003 g
18:1, 0.016 g
20:1, 0 g
22:1, 0 g
Asam Lemak Tak Jenuh, polyunsaturated, 0.055 g
18:2, 0.036 g
18:3, 0.019 g
18:4, 0 g
20:4, 0 g
20:5, 0 g
22:5, 0 g
22:6, 0 g
Kolesterol, 0 mg
Asam Amino
Tryptophan, 0.003 g
Lysine, 0.014 g
Methionine, 0.002 g
Tryptophan, 0.003 g
Lysine, 0.014 g
Methionine, 0.002 g
II.2 Objek Penelitian
II.2.1 Klasifikasi Nasi
Nasi adalah makanan yang berasal dari beras yang dimasak. Beras tersebut adalah bulir – bulir padi yang
sudah di kupas kulitnya.
|
?Padi
|
||||||||||||||||
|
Padi dari Koehler's Book of Medicinal Plants
|
||||||||||||||||
|
||||||||||||||||
|
Oryza
sativa
|
Nasi adalah beras (atau
kadang-kadang serealia lain) yang telah direbus (dan ditanak). Proses perebusan
beras dikenal juga sebagai 'tim'. Penanakan diperlukan untuk membangkitkan
aroma nasi dan membuatnya lebih lunak tetapi tetap terjaga konsistensinya. Pembuatan
nasi dengan air berlebih dalam proses perebusannya akan menghasilkan bubur.
Warna nasi yang telah masak (tanak) berbeda-beda tergantung dari jenis beras yang digunakan. Pada umumnya, warna nasi adalah putih bila beras yang digunakan berwarna putih. Beras merah atau beras hitam akan menghasilkan warna nasi yang serupa dengan warna berasnya. Kandungan amilosa yang rendah pada pati beras akan menghasilkan nasi yang cenderung lebih transparan dan lengket. Ketan, yang patinya hanya mengandung sedikit amilosa dan hampir semuanya berupa amilopektin, memiliki sifat semacam itu. Beras Jepang (japonica) untuk sushi mengandung kadar amilosa sekitar 12-15% sehingga nasinya lebih lengket daripada nasi yang dikonsumsi di Asia Tropika, yang kadar amilosanya sekitar 20%. Pada umumnya, beras dengan kadar amilosa lebih dari 24% akan menghasilkan nasi yang 'pera' (tidak lekat, keras, dan mudah terpisah-pisah).
Nasi dimakan oleh sebagian besar penduduk Asia sebagai sumber karbohidrat utama dalam menu sehari-hari. Nasi sebagai makanan pokok biasanya dihidangkan bersama lauk sebagai pelengkap rasa dan juga melengkapi kebutuhan gizi seseorang. Nasi dapat diolah lagi bersama bahan makanan lain menjadi masakan baru, seperti pada nasi goreng, nasi kuning atau nasi kebuli. Nasi bisa dikatakan makanan pokok bagi masyarakat di Asia, khususnya Asia Tenggara.
Warna nasi yang telah masak (tanak) berbeda-beda tergantung dari jenis beras yang digunakan. Pada umumnya, warna nasi adalah putih bila beras yang digunakan berwarna putih. Beras merah atau beras hitam akan menghasilkan warna nasi yang serupa dengan warna berasnya. Kandungan amilosa yang rendah pada pati beras akan menghasilkan nasi yang cenderung lebih transparan dan lengket. Ketan, yang patinya hanya mengandung sedikit amilosa dan hampir semuanya berupa amilopektin, memiliki sifat semacam itu. Beras Jepang (japonica) untuk sushi mengandung kadar amilosa sekitar 12-15% sehingga nasinya lebih lengket daripada nasi yang dikonsumsi di Asia Tropika, yang kadar amilosanya sekitar 20%. Pada umumnya, beras dengan kadar amilosa lebih dari 24% akan menghasilkan nasi yang 'pera' (tidak lekat, keras, dan mudah terpisah-pisah).
Nasi dimakan oleh sebagian besar penduduk Asia sebagai sumber karbohidrat utama dalam menu sehari-hari. Nasi sebagai makanan pokok biasanya dihidangkan bersama lauk sebagai pelengkap rasa dan juga melengkapi kebutuhan gizi seseorang. Nasi dapat diolah lagi bersama bahan makanan lain menjadi masakan baru, seperti pada nasi goreng, nasi kuning atau nasi kebuli. Nasi bisa dikatakan makanan pokok bagi masyarakat di Asia, khususnya Asia Tenggara.
II.2.2 Kandungan Zat Nasi
Nasi adalah makanan pokok hasil olahan beras yang biasa dikonsumsi oleh
masyarakat Indonesia. Nasi mengandung energi sebesar 176 kilokalori,
protein 3,3 gram, karbohidrat 0 gram, lemak 0 gram, kalsium 4,9 miligram,
fosfor 0 miligram, dan zat besi 0 miligram. Selain itu di dalam Nasi juga
terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0 miligram dan vitamin C 0
miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100
gram Nasi, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.
Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Nasi :
Nama Bahan Makanan : Nasi
Nama Lain / Alternatif : Nasi (Menu Pgln)
Banyaknya Nasi yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Nasi yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Nasi = 176 kkal
Jumlah Kandungan Protein Nasi = 3,3 gr
Jumlah Kandungan Lemak Nasi = 0 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Nasi = 0 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Nasi = 4,9 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Nasi = 0 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Nasi = 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Nasi = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Nasi = 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Nasi = 0 mg
Khasiat / Manfaat Nasi : - (Belum Tersedia)
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : N
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya. [4]
Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Nasi :
Nama Bahan Makanan : Nasi
Nama Lain / Alternatif : Nasi (Menu Pgln)
Banyaknya Nasi yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Nasi yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Nasi = 176 kkal
Jumlah Kandungan Protein Nasi = 3,3 gr
Jumlah Kandungan Lemak Nasi = 0 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Nasi = 0 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Nasi = 4,9 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Nasi = 0 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Nasi = 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Nasi = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Nasi = 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Nasi = 0 mg
Khasiat / Manfaat Nasi : - (Belum Tersedia)
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : N
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya. [4]
Manfaat yang terdapat dalam nasi adalah :
Berikut ini 10 manfaat nasi bagi
kesehatan menurut Rice-Trade:
1. Sumber energi yang hebat. Nasi itu banyak mengandung karbohidrat
yang bertindak sebagai bahan bakar bagi tubuh dan membantu dalam fungsi normal
otak.
2. Bebas kolesterol. Makan nasi itu sangat baik bagi kesehatan, karena nasi tidak
mengandung lemak yang berbahaya, yaitu kolesterol atau sodium. Nasi menjadi
salah satu bagian dari diet yang seimbang.
3. Kaya akan vitamin. Nasi itu banyak mengandung vitamin dan mineral misalnya niacin,
vitamin D, kalsium, serat, zat besi, thiamine, dan riboflavin.
4. Banyak mengandung
resistant starch. Nasi banyak mengandung
resistant starch, yang akan masuk ke dalam usus dalam bentuk yang belum
dicerna. Itu akan membantu pertumbuhan bakteri-bakteri yang berguna di dalam
usus.
4. Mengurangi resiko tekanan
darah tinggi. Nasi tidak banyak mengandung sodium,
dan dianggap sebagai makanan terbaik untuk mereka yang menderita tekanan darah
tinggi dan hypertensi.
5. Mencegah kanker. Whole grain rice misalnya brown rice itu banyak mengandung serat
insoluble yang mungkin bisa melindungi anda dari berbagai jenis kanker. Banyak
peneliti yang percaya bahwa serat insoluble itu penting dalam melindungi tubuh
dari cell-cell kanker.
6. Mengobagi dysentery. Bagian kulit ari dari nasi dianggap sebagai obat yang efektif untuk
mengobati dysentery. Sekam padi yang berusia tiga bulan mengandung diuretic
properties. Orang China percaya bahwa nasi dianggap meningkatkan selera,
menyembuhkan sakit perut dan masalah pencernaan.
7. Merawat kulit. Para ahli medis mengatakan bahwa tepung padi bisa digunakan untuk
menyembuhkan beberapa jenis penyakit kulit. Di wilayah India, air beras
digunakan oleh praktisi ayurvedic sebagai obat yang efektif untuk mendinginkan
permukaan kulit yang terbakar.
8. Mencegah Alzheimer’s
Disease. Brown rice banyak mengandung
neurotransmitter yang bisa mencegah Alzheimer’s disease.
9. Menguatkan jantung. Rice bran oil punya kemampuan antioxidant yang bisa menguatkan jantung
dengan cara mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh.
10. Mencegah konstipasi. Serat insoluble yang terdapat di nasi akan bertindak sebagai sponge
lembut yang mendorong makanan untuk melewati usus dengan mudah dan cepat.[5]
II.3 Penelitian Sejenis
Penelitian
ini dilakukan oleh Geugeut Istifany Haq. Dkk, mahasiswa UPI jurusan Kimia
FPMIPA dalam bentuk jurnal laporan. Penelitiannya berjudul “ Efektivitas
Penggunaan Sari Buah Jeruk Nipis Terhadap Ketahanan Nasi” pada tahun 2010.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Dalam penelitian
ini subjek yang diteliti adalah pH sari buah jeruk nipis, penentuan stabilitas
sari buah jeruk nipis dalam nasi, analisis mikro biaologi, pertumbuhan bakteri,
perhitungan jumlah koloni, dan perhitungan gram. Kesimpulan dari laporan ini
adalah sari buah jeruk nipis sangat efektiv untuk mengawetkan nasi.
II.4 Hipotesis
Berdasarkan
fakta – fakta yaang ada, penulis menyimpulkan bahwa jeruk nipis, jeruk limo,
serta jeruk lemon dapat digunakan sebagai bahan pengawet nasi.
II.5 Kerangka
Berfikir
|
Nasi
|
|
Alami
|
|
Jeruk
|
|
Penanak
Nasi
|
|
Tanpa Efek Samping
|
|
Akibat
Buruk
|
|
Bahan
Kimia
|
|
Tidak
Alami
|
|
Mudah
Basi
|
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
METODOLOGI PENELITIAN
III.I
Metode Penelitian
Dalam
penelitian ini metode yang kami gunakan adalah metode eksperimen. Metode ini
dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh air perasan jeruk terhadap
ketahanan nasi.
Eksperiment (dari bahasa latin: ex-periri yang berarti menguji
coba) adalahsuatu set tindakan dan pengamatan yang dilakukan untuk mengecek
atau mengalahkan hipotesis atau mengenali hubungan sebab akibat antar gejala.[6]
III.2 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama sekitar 10 hari dari tanggal 9 – 18
April 2013 dan tempat pelaksanan penelitian ini adalah di Rorotan, Cilincing,
Jakarta Utara.
III.3 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
III.3.1 Alat
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
|
No.
|
Nama
Alat
|
Jumlah
|
Keterangan
|
|
1.
|
Gelas
|
3
Unit
|
|
|
2.
|
Pisau
|
1
Unit
|
|
|
3.
|
Kamera
|
1Unit
|
|
|
|
|
|
|
III.3.2 Bahan
Bahan – bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
|
No.
|
Nama
Bahan
|
Jumlah
|
Keterangan
|
|
1.
|
Jeruk
Nipis
|
½
buah
|
Ukuran
sedang
|
|
2.
|
Jeruk
Limo
|
1
buah
|
|
|
3.
|
Beras
|
500
gr
|
|
|
4.
|
Air
|
500
ml
|
|
III.3 Tekhnik Pengumpulan Data
Tekhnik penelitian yang digunakan dalam melakukan penelitian ini
adalah Tekhnik Observasi dan Uji Coba :
Pengertian Observasi adalah suatu penyelidikan yang dijalankan
secara sistematis dan sengaja diadakan dengan menggunakanalat indra terutama
mata terhadap kejadian – kejadian yang langsung.[7]
III.3.1
Tabel Pengamatan
Tabel
pengamatan nasi yng telah di campur dengan jeruk nipis, jeruk limo, jerul
lemon, dan tanpa diberi apa pun.
|
Penelitian
|
Jeruk Nipis
|
Jeruk Limo
|
Tanpa Apapun
|
|
1.
|
|
|
|
|
2.
|
|
|
|
|
3.
|
|
|
|
III.5
Analisis Data
Penganalisisan data pada penelitian ini menggunakan analisis
Kualitatif
·
Analisis Kualitatif meliputi deskriptif dan gambaran umum tentang
warna ataupun bau dari nasi yang diberi perasan ais jeruk nipis, limo, lemon,
dan tanpa diberi apapun.
·
Analisis Kuantitatif adalah penelitian
ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya
dan biasanya berbentuk angka.
BAB
IV
PEMBAHASAN
IV.1 Proses
Pemasakan Nasi
Proses
pemasakan nasi yang diberpengawet jeruk nipis ini tidak berbeda jauh dengan
proses pemasakan nasi biasanya.
1.
Cuci beras hingga bersih, tiriskan.
2.
Beri air secukupnya.
3.
Masukan perasan ½ jeruk nipis/ jeruk limo/ jeruk lemon.
4.
Masak hingga matang.
5.
Sesekali diaduk agar tidak berkerak dibawahnya.
IV.2
Hasil Penelitian dan Analisis
IV.2.1
Hasil Penelitian
Metode penelitian yang kami guanakan
adalah eksperimen, maka dari itu pemeliti menguji coba ketahan nasi yang telah
diberi perasan air jeruk.
|
Penelitian
|
Jeruk Nipis
|
Jeruk Limo
|
Tanpa Apapun
|
|
9 April 2013
|
Putih,
beraroma jeruk nipis.
|
Putih,
beraroma jeruk limo.
|
|
|
10 April 2013
|
Masih terlihat
putih, biasa saja, dan belum basi.
|
Biasa saja,
belum basi, bagian atas sedikit mengering.
|
Mengering
bagian atas, dan mulai berwarna kuning.
|
|
11 April 2013
|
Nasi belum
basi.
|
Nasi belum
basi.
|
Nasi sudah
mengering di bagian atas dan bagian bawah mulai basi.
|
|
12 April 2013
|
Nasi sudah
mulai sedikit basi.
|
Nasi sudah
mulai membasi.
|
Nasi sudah
berair dan basi.
|
|
13 April 2013
|
Nasi sudah
basi dan sedikit menjamur, tidak berbau.
|
Nasi sudah
basi dan sedikit menjamur, berbau sedikit tidak sedap.
|
Nasi sudah
basi dan berbau tidak sedap.
|
IV.2.2
Analisis Penelitian
Dari
hasil penelitian di atas dapat disimpulkan jika nasi yang diberi perasan air
jeruk nipis lebih tahan lama, dibandingkan dengan yang tidak diberi perlakuan
apapun. Sedangkan nasi yang diberi perasan jeruk limo juga hampir sama awetnya
dengan yang diberi perasan jeruk nipis.
Nasi yang diberi perasan air jeruk
nipis memerlukan waktu sekitar 4 hari untuk benar – benar basi, dan berjamur.
Nasi yang diberi perasan jeruk limo memerlukan waktu 3 hari untuk basi dan
berjamur. Sedangkan, nasi yang tidak diberi apapun dalam waktu sehari saja
sudah mulai membasi.
BAB V
PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Berdasarkan data –
data yang telah kami dapatkan dalam penelitian ini, penulis menyimpulkan
sebagai berikut :
·
Untuk mengawetkan nasi agar labih tahan lama tidak perlu
menggunakan bahan – bahan bernahaya, kita dapat menggunakan air perasan jeruk
nipis ataupun limo.
·
Jeruk nipis ataupun limo ternyata dapat dijadikan sebagai pengawet
nasi.
·
Kandungan asam sitrat yang terdapat dalam perasan air jeruk nipis
atau limo dapt membunuh bakteri sementar, sehingga dapt mengawetkan nasi.
·
Nasi yang diawetkan dengan jeruk nipis ataupun jeruk limo tidak
memiliki efek samping seperti terkontaminasi oleh kandungan logam ataupun hal
lain.
V.2 Saran
Dari penelitian ini kami, menyerankan kepada masyarakat :
·
Agar mengunakan jeruk nipis ataupun limo sebagai bahan pengawet
bagi nasi. Karena, selain nasi menjadi lebih awet nasi juga lebih sehat.
·
Sebaiknya setelah nasi dimasak dan matang, langsung dihabiskan pada
hari itu juga. Karena ditakutkan akan ada bakteri ataupun jamur berbahaya yang
tumbuh.
·
Dalam penambahan air perasan jeruk kedalam nasi sebaiknya
secukupnya saja, sesuai dengan takaran. Karena dikhawatirkan kadar asamnya meningkat
sehingga nasi tersehut dapat berpengaruh terhadap pencernaan.
Comments
Post a Comment