Jeruk Nipis



BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Nasi merupakan salah satu bahan pokok terbuat dari bulir – bulir padi yang dimasak. Panaganan ini sangat populer bagi masyarakat di seluruh penjuru dunia khususnya di Indonesia. Di Indonesia nasi digunakan sebagai panganan pokok yang wajib ada di meja makan, bahkan ada pepatah yang mengatakan bahwa” Jika Tidak Makan Nasi Berarti Belum Makan”. Padahal orang tersebut sudah memakan bubur ayam dan lontong sayur yang kita tahu bahwa pangan itu juga berasal dari nasi. Selain itu nasi juga memiliki kadar glukosa yang banyak, sehingga dapat menambah energi kita.
Namun, nasi tidak dapat bertahan lama. Setelah pemasakan nasi paling lama hanya bertahan selama kurang klebih 6 jam diruang terbuka. Melihat hal tersebut banyak masyarakat yang menjadikan nasi menjadi olahan  - olahan panganan seperti Lontong, Buras, Nasi Goreng, Nasi Ulam, dll. Olahan – olahan tersebut sebenarnya bertujuan tidak lain adalah untuk memperlama daya tahan nasi agar tidak cepat basi.
Di samping itu, saat ini di zaman yang serba modern ini semakin banyak saja peralatan – peralatan elektronik untuk mempermudah dalam pemasakan juga penghangatan dengan tujuan yang sama, yaitu memperlama daya tahan nasi agar tidak cepat basi. Peralatan – peralatan tersebut antara lain adalah rice cooker, magic jar,dll. Akan tetapi perlu diperhatikan akibat – akibat yang ditimbulkan oleh penggunaan peralatan tersebut. 
Berdasarkan hal tersebut kami tertarik untuk menggunakan bahan – bahan alami sebagai bahan pengawet nasi agar tidak basi, selain itu bahan alami tidak memiliki efek samping . Bahan – bahan tersebut salah satunya adalah perasan jeruk nipis. Dengan penelitian ini diharapkan masyarakat dapat menggunakan cara – cara ini sebagai alternatif cara untuk mengaetkan nasi agar lebih tahan lama dan sedikit meninggalkan peralatan – peralatan elektronik yang mungkin berakibat buruk bagi kesehatan. 
I.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang ada, kami penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut :
1.      Bagaimanakah cara mengawetkan nasi dengan cara yang alami?
2.      Apakah perasan air jeruk dapat dijadikan pengawet alami untuk nasi?
3.      Mengapa perasan air jeruk dapat dijadikan pengawet alami untuk nasi?
4.      Apakah kelebihan nasi yang diawetkan dengan perasan air jeruk, jika dibandingkan nasi yang di simpan di penanak nasi?
I.3 Pembatasan Masalah
Berdasakan latar belakang yang ada dan melihat banyaknya masalah yang ada, penulis membatasi masalah pada :
1.      Apakah perasan air jeruk dapat dijadikan pengawet alami untuk nasi?
2.      Mengapa perasan air jeruk dapat dijadikan pengawet alami untuk nasi?
I.4 Perumusan Masalah
Melihat hal – hal diatas kami penulis, merumuskan masalah pada :
1.      Apakah perasan air jeruk dapat dijadikan pengawet alami untuk nasi?
2.      Mengapa perasan air jeruk dapat dijadikan pengawet alami untuk nasi?




I.5 Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan :
1.      Memberitahu masyarakat bagaimana cara mengawetkan nasi dengan bahan – bahan alami.
2.      Memberitahu masyarakat manfaat jeruk sebagai bahan pengawet nasi.
3.      Memberitahu masyarakat bahwa nasi yang diawetkan dengan perasan jeruk dapat dijadikan makanan bagi pengidap diabetes.
I.6 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian yang kami lakukan adalah sebagai berikut :
1.      Masyarakat mengetahui cara mengawetkan nasi dengan bahan – bahan alami.
2.      Masyarakat mengetyahui bahwa jeruk dapat dijadikan bahan pengawet bagi nasi.
3.      Masyarakat dapat memanfaatkan nasi yang diawetkan dengan perasan jeruk sebagai pangnan bagi pengidap diabetes.








BAB II
KAJIAN PUSTAKA
II.1  Klasifikasi
II.1.1 Jeruk Nipis
II.1.1.A Klasifikasi Jeruk Nipis
Jeruk nipis
Buah jeruk nipis
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
C. aurantifolia
Citrus aurantifolia
                     Jeruk nipis atau limau nipis adalah tumbuhan perdu yang menghasilkan buah dengan nama sama. Tumbuhan ini dimanfaatkan buahnya, yang biasanya bulat, berwarna hijau atau kuning, memiliki diameter 3-6 cm, memiliki rasa asam dan agak pahit,agak serupa rasanya dengan lemon. Jeruk nipis, yang sering dinamakan secara salah kaprah sebagai jeruk limau, dipakai perasan isi buahnya untuk memasamkan makanan, seperti pada soto.[1]




II.1.1.B Kandungan Zat Jeruk Nipis
Tabel 1 Nilai zat gizi yang dimiliki oleh 100 gr jeruk nipis
         
 

Jeruk nipis juga mengandung asam sitrat, asam amino (triptofan, lisin), minyak atsiri (sitral, limonen, felandren, lemon kamfer, kadinen, gerani-lasetat, linali-lasetat, aktilaldehid, nildehid) damar, glikosida, asam sitrun, vitamin B1, dan C. Karena banyaknya kandungan yang dimiliki oleh jeruk nipis, banyak orang yang menggunakan jeruk ini antara lain sebagai berikut :
Manfaat dan khasiat jeruk nipis bagi kesehatan :
  • Ambeien
Ambil 10 gr akar pohon jeruk nipis, cuci bersih.  Rebus dengan 1 liter air selama kurang lebih 30 menit, saring.  Diminum 3 kali sehari dalam keadaan hangat-hangat.
  • Amandel
Siapkan 3 buah jeruk nipis, ambil bagian kulitnya saja kemudian dicuci bersih dan dipotong-potong. Rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa ¾ bagian.  Gunakan air rebusan tersebut untuk berkumur, lakukan secara rutin 3-4 kali sehari.
  • Batuk Disertai Influenza
Ambil sebuah jeruk nipis masak dengan kandungan air yang cukup banyak dan peras sarinya. Seduh air perasan jeruk nipis tersebut dengan 60 cc air panas dan tambahkan ½ sendok the air kapur sirih, aduk rata. Minum ramuan ini 2 kali sehari 2 sendok makan.
  • Batu Ginjal
Ambil 2 buah jeruk nipis kampung, diperas sarinya dan diencerkan dengan 2 gelas air hangat. Minum ramuan ini secar rutin selama 10 hari sehabis makan malam.
  • Jerawat
Salah satu manfaat jeruk nipis adalah menghilangkan jerawat secara alami. Cara cukup dengan mengiris satu buah jeruk nipis dan gosokkan pada kulit wajah.
  • Mencegah Rambut Rontok atau Berketombe
Siapkan dua buah jeruk nipis dan potong masing-masing menjadi 3 bagian, oleskan secara merata pada kulit kepala.  Bungkus rambut menggunakan handuk semalaman, keramaslah pada keesokan harinya.  Lakukan secara rutin 3 kali seminggu.
  • Melangsingkan Badan
Buatlah secangkir hangat teh hijau kemudian tambahkan air perasan satu buah jeruk nipis. Lakukan setiap hari secara rutin pada pagi dan sore hari.[2]


II.1.2  Jeruk Limo
II.1.2.A Klasifikasi Jeruk Limo
JERUK LIMAU (Citrus amblycarpa)




Citrus amblycarpa fruits 
Nama Umum
Indonesia        : Jeruk lemo (Jeruk limau)
Vietnam          : Qui’t ta

Klasifikasi Tanaman
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        : Rosidae
Ordo                : Sapindales
Famili              : Rutaceae (suku jeruk-jerukan)
Genus              : Citrus
Spesies            : Citrus amblycarpa (Hassk.) Ochse

DESKRIPSI UMUM TANAMAN
Tidak ditemukan referensi yang mendeskripsikan Citrus amblycarpa secara mendetail. Beberapa menyebutkan bahwa jeruk ini sama dengan Jeruk nipis (Citrus aurantifolia), namun sebenarnya C.amblycarpa dan C.aurantifolia merupakan dua spesies yang berbeda.Penyebaran tanaman ini di daerah tropis, seperti Malaysia, dan Indonesia (terutama di Jawa).
C.amblycarpa terklasifikasi dalam familia Rutaceae, menurut Dasuki UA. (1991) dan Wilson H.D (2006) secara umum morfologi tanaman famili Rutaceae sebagai berikut  Pohon, perdu yang aromatis, kadang memanjat, kadang berduri, menghasilkanKkumarin (derivat dari asam sinamat). Daun tersebar/ berhadapan, majemuk pinnatus, trifoliolatus atau unifoliolatus, pellusid-punktatus (terdapat bintik-bintik bening) karena adanya rongga sekresi, epidermis sering bersilika. Bunga simosa/ rasemus, bi-atau uni-seksual, aktinomorf / zigomorf; sepal 5-4 lepas atau bersatu, petal sama dengan sepal dan berselangan, stamen 2 lingkaran/ 1 lingkaran di depan petal, atau banyak, kadang ada staminodia; ginaesium (2-) 4-5 (-banyak) karpel. Buah kapsula, drupa atau baka.  Terdiri: 150 marga dengan 1500 jenis, kosmopolitan.
Prof. Dr. HM. Sanusi Ibrahim  dibantu mahasiswanya , meneliti kumarin terhadap 10 tanaman obat tradisional itu sejak 1994 sampai 2006, salah satunya pada C.amblycarpa. dari kulit buah jeruk (Citrus amblycarpa Harsak)  berhasil diidentifikasi kumarin dengan nama 5,7 -dimetoksi kumarin, menurun Sanusi kumarin ini berpotensi sebagai racun tikus (Kompas, Johnny TG, 2008).[3]





II.1.2.B Kandungan Zat Jeruk Limo
Jeruk Limau
Nutrisi, Nilai per 100 gram porsi makanan

Air, 88.26 g
Energi, 30 kcal
Energi, 126 kj
Protein, 0.7 g
Total Lemak, 0.2 g
Karbohidrat, 10.54 g
Serat, 2.8 g
Ampas, 0.3 g
Mineral

Kalsium, Ca, 33 mg
Besi, Fe, 0.6 mg
Magnesium, Mg, 6 mg
Phospor, P, 18 mg
Potassium, K, 102 mg
Sodium, Na, 2 mg
Seng, Zn, 0.11 mg
Tembaga, Cu, 0.065 mg
Mangan, Mn, 0.008 mg
Selenium, Se, 0.4 mcg
Vitamin

Vitamin C, asam ascorbic, 29.1 mg
Thiamin, 0.03 mg
Riboflavin, 0.02 mg
Niacin, 0.2 mg
Asam Pantothenic, 0.217 mg
Vitamin B-6, 0.043 mg
Folate, 8.2 mcg
Vitamin B-12, 0 mcg
Vitamin A, 10 IU
Vitamin A, RE, 1 mcg_RE
Vitamin E, 0.24 mg_ATE
Lemak

Asam Lemak Jenuh, saturated, 0.022 g
4:0, 0 g
6:0, 0 g
8:0, 0 g
10:0, 0 g
12:0, 0 g
14:0, 0.001 g
16:0, 0.02 g
18:0, 0.001 g
Asam Lemak Tak Jenuh, monounsaturated, 0.02 g
16:1, 0.003 g
18:1, 0.016 g
20:1, 0 g
22:1, 0 g
Asam Lemak Tak Jenuh, polyunsaturated, 0.055 g
18:2, 0.036 g
18:3, 0.019 g
18:4, 0 g
20:4, 0 g
20:5, 0 g
22:5, 0 g
22:6, 0 g
Kolesterol, 0 mg
Asam Amino

Tryptophan, 0.003 g
Lysine, 0.014 g
Methionine, 0.002 g






II.2  Objek Penelitian
II.2.1 Klasifikasi Nasi
        Nasi adalah makanan yang berasal dari beras yang dimasak.  Beras tersebut adalah bulir – bulir padi yang sudah di kupas kulitnya.
?Padi
Padi dari Koehler's Book of Medicinal Plants
Kerajaan:
Divisi:
(tidak termasuk)
(tidak termasuk)
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
O. sativa
Oryza sativa
          Nasi adalah beras (atau kadang-kadang serealia lain) yang telah direbus (dan ditanak). Proses perebusan beras dikenal juga sebagai 'tim'. Penanakan diperlukan untuk membangkitkan aroma nasi dan membuatnya lebih lunak tetapi tetap terjaga konsistensinya. Pembuatan nasi dengan air berlebih dalam proses perebusannya akan menghasilkan bubur.
Warna nasi yang telah masak (tanak) berbeda-beda tergantung dari jenis beras yang digunakan. Pada umumnya, warna nasi adalah putih bila beras yang digunakan berwarna putih. Beras merah atau beras hitam akan menghasilkan warna nasi yang serupa dengan warna berasnya. Kandungan amilosa yang rendah pada pati beras akan menghasilkan nasi yang cenderung lebih transparan dan lengket. Ketan, yang patinya hanya mengandung sedikit amilosa dan hampir semuanya berupa amilopektin, memiliki sifat semacam itu. Beras Jepang (japonica) untuk sushi mengandung kadar amilosa sekitar 12-15% sehingga nasinya lebih lengket daripada nasi yang dikonsumsi di Asia Tropika, yang kadar amilosanya sekitar 20%. Pada umumnya, beras dengan kadar amilosa lebih dari 24% akan menghasilkan nasi yang 'pera' (tidak lekat, keras, dan mudah terpisah-pisah).
Nasi dimakan oleh sebagian besar penduduk
Asia sebagai sumber karbohidrat utama dalam menu sehari-hari. Nasi sebagai makanan pokok biasanya dihidangkan bersama lauk sebagai pelengkap rasa dan juga melengkapi kebutuhan gizi seseorang. Nasi dapat diolah lagi bersama bahan makanan lain menjadi masakan baru, seperti pada nasi goreng, nasi kuning atau nasi kebuli. Nasi bisa dikatakan makanan pokok bagi masyarakat di Asia, khususnya Asia Tenggara.
II.2.2 Kandungan Zat Nasi
          Nasi adalah makanan pokok hasil olahan beras yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.  Nasi mengandung energi sebesar 176 kilokalori, protein 3,3 gram, karbohidrat 0 gram, lemak 0 gram, kalsium 4,9 miligram, fosfor 0 miligram, dan zat besi 0 miligram.  Selain itu di dalam Nasi juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Nasi, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.

Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Nasi :

Nama Bahan Makanan : Nasi
Nama Lain / Alternatif : Nasi (Menu Pgln)
Banyaknya Nasi yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Nasi yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Nasi = 176 kkal
Jumlah Kandungan Protein Nasi = 3,3 gr
Jumlah Kandungan Lemak Nasi = 0 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Nasi = 0 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Nasi = 4,9 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Nasi = 0 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Nasi = 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Nasi = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Nasi = 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Nasi = 0 mg
Khasiat / Manfaat Nasi : - (Belum Tersedia)
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : N
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya. [4]
Manfaat yang terdapat dalam nasi adalah :
Berikut ini 10 manfaat nasi bagi kesehatan menurut Rice-Trade:
1. Sumber energi yang hebat. Nasi itu banyak mengandung karbohidrat yang bertindak sebagai bahan bakar bagi tubuh dan membantu dalam fungsi normal otak.
2. Bebas kolesterol. Makan nasi itu sangat baik bagi kesehatan, karena nasi tidak mengandung lemak yang berbahaya, yaitu kolesterol atau sodium. Nasi menjadi salah satu bagian dari diet yang seimbang.
3. Kaya akan vitamin. Nasi itu banyak mengandung vitamin dan mineral misalnya niacin, vitamin D, kalsium, serat, zat besi, thiamine, dan riboflavin.
4. Banyak mengandung resistant starch. Nasi banyak mengandung resistant starch, yang akan masuk ke dalam usus dalam bentuk yang belum dicerna. Itu akan membantu pertumbuhan bakteri-bakteri yang berguna di dalam usus.
4. Mengurangi resiko tekanan darah tinggi. Nasi tidak banyak mengandung sodium, dan dianggap sebagai makanan terbaik untuk mereka yang menderita tekanan darah tinggi dan hypertensi.
5. Mencegah kanker. Whole grain rice misalnya brown rice itu banyak mengandung serat insoluble yang mungkin bisa melindungi anda dari berbagai jenis kanker. Banyak peneliti yang percaya bahwa serat insoluble itu penting dalam melindungi tubuh dari cell-cell kanker.
6. Mengobagi dysentery. Bagian kulit ari dari nasi dianggap sebagai obat yang efektif untuk mengobati dysentery. Sekam padi yang berusia tiga bulan mengandung diuretic properties. Orang China percaya bahwa nasi dianggap meningkatkan selera, menyembuhkan sakit perut dan masalah pencernaan.
7. Merawat kulit. Para ahli medis mengatakan bahwa tepung padi bisa digunakan untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit kulit. Di wilayah India, air beras digunakan oleh praktisi ayurvedic sebagai obat yang efektif untuk mendinginkan permukaan kulit yang terbakar.
8. Mencegah Alzheimer’s Disease. Brown rice banyak mengandung neurotransmitter yang bisa mencegah Alzheimer’s disease.
9. Menguatkan jantung. Rice bran oil punya kemampuan antioxidant yang bisa menguatkan jantung dengan cara mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh.
10. Mencegah konstipasi. Serat insoluble yang terdapat di nasi akan bertindak sebagai sponge lembut yang mendorong makanan untuk melewati usus dengan mudah dan cepat.[5]
II.3 Penelitian Sejenis
          Penelitian ini dilakukan oleh Geugeut Istifany Haq. Dkk, mahasiswa UPI jurusan Kimia FPMIPA dalam bentuk jurnal laporan. Penelitiannya berjudul “ Efektivitas Penggunaan Sari Buah Jeruk Nipis Terhadap Ketahanan Nasi” pada tahun 2010. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Dalam penelitian ini subjek yang diteliti adalah pH sari buah jeruk nipis, penentuan stabilitas sari buah jeruk nipis dalam nasi, analisis mikro biaologi, pertumbuhan bakteri, perhitungan jumlah koloni, dan perhitungan gram. Kesimpulan dari laporan ini adalah sari buah jeruk nipis sangat efektiv untuk mengawetkan nasi.
II.4 Hipotesis
          Berdasarkan fakta – fakta yaang ada, penulis menyimpulkan bahwa jeruk nipis, jeruk limo, serta jeruk lemon dapat digunakan sebagai bahan pengawet nasi.
II.5 Kerangka Berfikir
Nasi
Alami
Jeruk
Penanak Nasi
Tanpa Efek Samping
Akibat Buruk
Bahan Kimia
Tidak Alami
Mudah Basi
 














BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
III.I Metode Penelitian
          Dalam penelitian ini metode yang kami gunakan adalah metode eksperimen. Metode ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh air perasan jeruk terhadap ketahanan nasi.
Eksperiment (dari bahasa latin: ex-periri yang berarti menguji coba) adalahsuatu set tindakan dan pengamatan yang dilakukan untuk mengecek atau mengalahkan hipotesis atau mengenali hubungan sebab akibat antar gejala.[6]
III.2 Waktu dan Tempat Penelitian
        Penelitian ini dilakukan selama sekitar 10 hari dari tanggal 9 – 18 April 2013 dan tempat pelaksanan penelitian ini adalah di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.
III.3 Alat dan Bahan
          Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
III.3.1 Alat
        Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
No.
Nama Alat
Jumlah
Keterangan
1.
Gelas
3 Unit

2.
Pisau
1 Unit

3.
Kamera
1Unit






III.3.2 Bahan
        Bahan – bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
No.
Nama Bahan
Jumlah
Keterangan
1.
Jeruk Nipis
½ buah
Ukuran sedang
2.
Jeruk Limo
1 buah

3.
Beras
500 gr

4.
Air
500 ml


III.3 Tekhnik Pengumpulan Data
        Tekhnik penelitian yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah Tekhnik Observasi dan Uji Coba :
Pengertian Observasi adalah suatu penyelidikan yang dijalankan secara sistematis dan sengaja diadakan dengan menggunakanalat indra terutama mata terhadap kejadian – kejadian yang langsung.[7]   
III.3.1 Tabel Pengamatan
Tabel pengamatan nasi yng telah di campur dengan jeruk nipis, jeruk limo, jerul lemon, dan tanpa diberi apa pun.
Penelitian
Jeruk Nipis
Jeruk Limo
Tanpa Apapun
1.



2.



3.




III.5 Analisis Data
Penganalisisan data pada penelitian ini menggunakan analisis Kualitatif
·         Analisis Kualitatif meliputi deskriptif dan gambaran umum tentang warna ataupun bau dari nasi yang diberi perasan ais jeruk nipis, limo, lemon, dan tanpa diberi apapun.
·         Analisis Kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya dan biasanya berbentuk angka.





















BAB IV
PEMBAHASAN

IV.1 Proses Pemasakan Nasi
          Proses pemasakan nasi yang diberpengawet jeruk nipis ini tidak berbeda jauh dengan proses pemasakan nasi biasanya.
1.             Cuci beras hingga bersih, tiriskan.
2.             Beri air secukupnya.
3.             Masukan perasan ½ jeruk nipis/ jeruk limo/ jeruk lemon.
4.             Masak hingga matang.
5.             Sesekali diaduk agar tidak berkerak dibawahnya.
IV.2 Hasil Penelitian dan Analisis
IV.2.1 Hasil Penelitian
            Metode penelitian yang kami guanakan adalah eksperimen, maka dari itu pemeliti menguji coba ketahan nasi yang telah diberi perasan air jeruk.
Penelitian
Jeruk Nipis
Jeruk Limo
Tanpa Apapun
9 April 2013
Putih, beraroma jeruk nipis.
Putih, beraroma jeruk limo.

10 April 2013
Masih terlihat putih, biasa saja, dan belum basi.
Biasa saja, belum basi, bagian atas sedikit mengering.
Mengering bagian atas, dan mulai berwarna kuning.
11 April 2013

Nasi belum basi.
Nasi belum basi.
Nasi sudah mengering di bagian atas dan bagian bawah mulai basi.
12 April 2013
Nasi sudah mulai sedikit basi.
Nasi sudah mulai membasi.
Nasi sudah berair dan basi.
13 April 2013
Nasi sudah basi dan sedikit menjamur, tidak berbau.
Nasi sudah basi dan sedikit menjamur, berbau sedikit tidak sedap.
Nasi sudah basi dan berbau tidak sedap.

IV.2.2 Analisis Penelitian
          Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan jika nasi yang diberi perasan air jeruk nipis lebih tahan lama, dibandingkan dengan yang tidak diberi perlakuan apapun. Sedangkan nasi yang diberi perasan jeruk limo juga hampir sama awetnya dengan yang diberi perasan jeruk nipis.
            Nasi yang diberi perasan air jeruk nipis memerlukan waktu sekitar 4 hari untuk benar – benar basi, dan berjamur. Nasi yang diberi perasan jeruk limo memerlukan waktu 3 hari untuk basi dan berjamur. Sedangkan, nasi yang tidak diberi apapun dalam waktu sehari saja sudah mulai membasi.














BAB V
PENUTUP
V.1 Kesimpulan
          Berdasarkan data – data yang telah kami dapatkan dalam penelitian ini, penulis menyimpulkan sebagai berikut :
·         Untuk mengawetkan nasi agar labih tahan lama tidak perlu menggunakan bahan – bahan bernahaya, kita dapat menggunakan air perasan jeruk nipis ataupun limo.
·         Jeruk nipis ataupun limo ternyata dapat dijadikan sebagai pengawet nasi.
·         Kandungan asam sitrat yang terdapat dalam perasan air jeruk nipis atau limo dapt membunuh bakteri sementar, sehingga dapt mengawetkan nasi.
·         Nasi yang diawetkan dengan jeruk nipis ataupun jeruk limo tidak memiliki efek samping seperti terkontaminasi oleh kandungan logam ataupun hal lain.
V.2 Saran
        Dari penelitian ini kami, menyerankan kepada masyarakat :
·         Agar mengunakan jeruk nipis ataupun limo sebagai bahan pengawet bagi nasi. Karena, selain nasi menjadi lebih awet nasi juga lebih sehat.
·         Sebaiknya setelah nasi dimasak dan matang, langsung dihabiskan pada hari itu juga. Karena ditakutkan akan ada bakteri ataupun jamur berbahaya yang tumbuh.
·         Dalam penambahan air perasan jeruk kedalam nasi sebaiknya secukupnya saja, sesuai dengan takaran. Karena dikhawatirkan kadar asamnya meningkat sehingga nasi tersehut dapat berpengaruh terhadap pencernaan.



[4] http://keju.blogspot.com/1970/01/isi-kandungan-gizi-nasi-komposisi-nutrisi-bahan-makanan.html
[6] Hermawan, Asep. 2006. PenelitianBisnis – Paradigma Kuantitatif. Jakarta: Grasindo. Hal.19.
                Sumber : http://id,wikipedia.org/wiki/Percobaan
[7] http://ml.scribd.com/doc/65907235/MATERI4-OBSERVASI

Comments

Popular posts from this blog

Nano-nano Kuliahku (Masa Melatih Diri Bersama Orang Baru)

Apakah Indonesia Sudah Merdeka?