My Speech about Indonesian Independents Day



Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh,,

Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah swt. yang telah memberi kita kesempatan berkumpul di tempat ini. Shalawat serta salam marilah kita panjatkan kepada Rasulullah saw. beserta keluarga dan sahabatnya.
Yang terhormat ibu Euis sulastri serta teman-teman yang saya sayangi. Hadirin sekalian, sebelumnya terimakasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan untuk menyampaikan sepatah dua patah kata dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI yang ke-68. Hadirin sekalian, hari ini dalah hari yang sanagt bersejarah bagi bangsa kita. Di hari ini berkumandanglah kata Merdeka yang selama kurang lebih 1.5 abad dimimpikan oleh rakyat Indonesia dengan mempertaruhkan jiwa raga, harta, keluarga, dan nyawa. Bertempur penjajah menumpahkan segala mimpi dan cucuran darah di medan tempur berjuang hanya demi sebuah kata Merdeka.
Kini, setelah 68 tahun berlalu perjuangan itu belumlah selesai. Di zaman sekarang penjajahan tak terpampang nyata seperti dulu, penjajahan saat ini adalah penjajahan moralitas. Tanpa disadari penjajahan ini telah merusak generasi bangsa dengan berbagai macam cara mulai dari fashion, teknologi, musik, ekonomi, dan dari berbagi sisi kehidupan. Hal itu lebih berbahaya dari penjajahan fisik menggunakan senapan, tank, ataupun bom atom dan hal tersebut sulit ditolak seiring perkembangan zaman dan merebaknya era globalisasi dunia.
Banyaknya hal negatif yang ditimbulkan perlu kita hindari dan diminimalisir dampaknya dalam kehidupan kita. Namun, dibalik itu semua masih ada sisi positif  yang dapat kita ambil guna membangun bangsa. Tak perlu senapan ataupun bambu runcing untuk terhindar dari penjajahan modern ini. Buku, itulah senjata kita. Saat ini kita tak perlu bertempur secara fisik seperti dahulu untuk melawannya tetapi dengan belajar giat dan tekun, itulah modal utama melawan penjajahan pada saat ini. Memperluas pengetahuan, membangun teknologi agar dapat bersaing dengan bangsa lain. Untuk itu, teruslah belajar belajar dan belajar. Carilah pengetahuan sebanyak-banyaknya. Kita adalah generasi perubahan, generasi yang akan merubah Indonesia menjadi lebih baik. DIRGAHAYU INDONESIAKU KE-68.
Sekian dari saya, semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam ucapan yang saya sampaikan karena yang benar hanya milik Allah dan salah serta khilaf  itulah saya sebagai manusia. Sekali lagi DIRGAHAYU INDONESIA KE-68. Semoga menjadi lebih baik.
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..

Comments

Popular posts from this blog

Nano-nano Kuliahku (Masa Melatih Diri Bersama Orang Baru)

Jeruk Nipis

Apakah Indonesia Sudah Merdeka?