Bayangan dan Cermin




Gunung itu terlalu tinggi untuk ku daki
Sungguh....
Tebing itu terlalu menjulang untuk ku lewati
Sungguh....
Mentari itu terlalu silau, membakar kornea yang menatapnya
Sungguh....

Ini bukan tentang pencipta-Nya, tetapi tentang ciptaan-Nya
Sesosok gunung yang sulit untuk diterka
Sesosok tebing yang sulit untuk dikuatkan
Sesosok mentari yang sinarnya tak mampu ditahan lagi oleh hati

Yaa... Aku sadar dia adalah CERMIN
Cermin dari sebuah ego
Cermin dari sebuah nafsu
Cermin dari sebuah harapan
Cermin dari sebuah kekecewaan

Tapii... Mengapa cermin itu semakin lama semakin menerkam
Hingga bayangan ini semakin tenggelam
Sesosok ruh yang menasbihkan dirinya bukan apa-apa
Tapii... Nyatanya menelan bayang-bayang yang ada disekitarnya

Nyatanya... terlihat memang itu adalah cermin
Tapii... bayangan ini tak mampu menahan kuatnya pantulan
Kembali mengenanag masa silam yang lalu saat BAYANGAN dan CERMIN itu menjadi satu
Namun, itulah masa silam yang lalu

Bayangan ini mulai terluka karena tajamnya cermin yang menghunus
dan Bayangan ini terlalu sulit tuk bertahan 
Ingin pergi.. meninggalkan.. dan sirna tanpa jejak lagi...





DRGK, 18 Februari 2017
By. UK

Comments

Popular posts from this blog

Nano-nano Kuliahku (Masa Melatih Diri Bersama Orang Baru)

Jeruk Nipis

Apakah Indonesia Sudah Merdeka?