RESUME KEAKHWATAN 1 (Bersama Tarbiyah Ukhty Muslimah Tunaikan Amanah)

Tarbiyah merupakan suatu proses menghantarkan kesempurnaan pelaku-pelakunya menuju sebuah proses “kesempurnaan” dalam batas kemanusiaan yaitu usaha-usaha memperbaiki diri dan umat untuk mencapai kondisi lebih baik.

Pada abad pertengahan, tepatnya tahun 1500M sampai dengan Islam dating, perempuan ha ya dijadikan komoditi pelampiasan nafsu belaka, objek penderita dan dianggap tidak berharga. Saat Islam dating, Islam mengubah semua persepsi dan perlakuan tidak adil terhadap kaum perempuan. Islam begitu memuliakan perempuan, mereka mendapatkan tarbiyah dari Nabi saw., dengan diarahkan menuju kepada posisi dan peran yang adil antara laki-laki dan perempuan.
Perempuan sebagai ibu peradaban, karena dari rahimnya akan keluar para pemimpin-pemimpin peradaban zaman tentu harus memiliki bekal yang baik.
Urgensi tarbiyah bagi seorang akhwat adalah sebagai berikut :
1.      Penanaman dan penjagaan Iman menghajatkan kerja yang serius
2.      Amal Islami menuntut kerjasama antarpersonel da’iyah
3.      Penyiapan akhwat muslimah adalah darurat dan bagian tuntutan zaman
4.      Mempersiapkan generasi masa mendatang yang shaleh mengharuskan para ibu yang shalehah
5.      Akhwat muslimah adalah unsur pokok bagi pembangunan masyarakat yang sehat
6.      Fitrah perempuan harus diberdayakan untuk menjadi salah satu fondasi kehidupan
Tarbiyah bagi seorang muslimah memiliki tujuan yang mulia dan luhur. Perempuan bukanlah manusia kelas dua jika disandingkan dengan laki-laki. Karena itu mereka harus mendapatkan hak untuk dididik dan dibina dalam Islam.
Tujuan tarbiyah bagi seorang akhwat adalah sebagai berikut :
1.      Bagi Individu
a.       Membentuk kepribadian muslimah yang integral
b.      Membentuk kepribadian da’iyah
c.       Memberikan  pelatihan aktivitas dan mendapatkan pengalaman
d.      Mendapatkan keterampilan praktis
2.      Bagi Keluarga
a.       Mendapatkan suami muslim yang mendukung da’wah
b.      Membentuk keluarga yang dipenuhi bimbingan Islam
c.       Membentuk keluarga yang terlibat amal Islami
3.      Bagi Masyarakat
a.       Menumbuhkan kepekaan hati dan jiwa social
b.      Mempersiapkan akhwat untuk peradaban
c.       Memepersiapkan akhwat untuk peran kepemimpinan
4.      Bagi Da’wah
a.       Memnuhi sumber daya akhwat berkualitas di berbagai bidang
b.      Memperuas medan da’wah akhwat
c.       Mendorong akhwat untuk bekerja sama dengan da’wah berbagai perkumpulan perempuan
Begitu banyak nya peran-peran seorang muslimaha dalam kehidupan membuatnya sangat flekible untuk masuk ke berbagi lini. Oleh sebab itu, seorang akhwat harus menyiapkan dirinya untuk mengemban tugas-tugas penting bagi da’wah, sehingga dapat memanfaatkan keberadaannya untuk perbaikan umat.
Begitu banyaknya persoalan perempuan di tengah masyarakat tentunya membutuhkan peran akhwat muslimah yang berkualitas. Namun, dengan banyaknya tugas tersebut akhwat muslimaha tidak boleh meninggalkan kewajubannya terhadap Tuhannya Allah swt.
Berikut diuraikan apa sesungguhnya kewajiban kaum muslimah terhadap Tuhannya, Allah swt.:
1.      Melaksanakan Rukun Islam
2.      Menyerahkan diri kepada Allah secara Ikhlas
3.      Sabar
4.      Merasa diawasi
5.      Pedekatan kepada-Nya dengan amalan Sunnah
6.      Percaya penuh kepada-Nya
7.      Memperbarui tobat dan istighfar
Beratnya tugas yang diemban harus diimbangi dengan tigkat ke-imanan yang sangan kuat. Sehingga seorang akhwat muslimah harus selalu menjaga kedekatannya kepada Allah swt. agar mampu bertahan di tengah medan pertempuran yang kian hari kian berat.
Dalam melaksanakan da’wahnya, tentu seorang akhwat muslimah juga harus memperhatikan bagaimana kondisi jasadiyahnya. Ukhty tentu harus bersyukur Allah telah menciptakan ukhty dengan sempurna. Salah satu cara untuk bersyukur terhadap pemberian Allah adalah dengan menjaganya dengan baik. Berikut kewajiban ukhty terhadap tubuhnya :
1.      Terhadap tubuhnya : selalu menjaga kesehatan tubuh dengan cara merawatnya. Membersihkannya, berolahraga, berobat jika sakit, dan tidak menyia-nyiakan tubuh.
2.      Terhadap akalnya : menjaga kesehatan akal, mengisinya dengan informasi yang baik dan bermanfaat, serta memanfaatkannya untuk menghasilkan mashlahat bagi umat.
3.      Terhadap hatinya : menghindari sifat-sifat yang buruk, selalu berdzikir kepada Allah, menjauhi maksiat, memperbanyak ibadah kepada Allah, dan tidak bergantung kepada makhluk.
Allah menciptakan manusia dengan perantara orang tua. Orang tua lah yang memelihara merawat dan membesarkan hingga cukup dewasa dan mampu mencari penghidupannya sendiri. Oran tua merupakan orang terdekat dan paling berjasa dalam kehidupan setiap orang.
Akhwat muslimah tentu sepatutnya memperhatikan kedudukan orang tua. Karena orang tualah yang telah mengantarkan akhwat muslimah mendapatkan anugerah kesehatan dan kepintaran seperti saat ini.
Berikut diuraikan kewajiban-kewajiban para akhwat muslimah terhadap orang tua :
1.      Berbakti kepada mereka ketika hidup
2.      Mendo’akan mereka
3.      Mengutamakan kebaktian mereka atas yang lain (tentunya setelah Allah dan Rasul-Nya)
4.      Berbakti kepada mereka setelah wafat
Sebagai perempuan, ukhty tentunya harus bersyukur ketika dianugerahi seorang anak. Anak merupakan tumpuan harapan keluarga, keberhasilan seorang anak mencerminkan keberhasilan sebuah keluarga. Tentunya untuk menghasilkan anak yang berhasil, berakhlaqul kariimah, shaleh dan shalehah perlu adanya persiapan yang baik. Untuk menunaikan amanah tersebut maka kiranya menerapkan konsep-konsep berikut ini yang menjelaskan beberapa kewajiban yang harus dipenuhi orang tua terhadap anak yang dilahirkannya sebagai berikut :
1.      Bersyukur kepada Allah atas kelahirannya
2.      Melaksanakan beberapa hal yang masyru’ pascakelahirannya seperti azan di telinga kanannya, iqamah di telinga kiri, tahnik, aqiqah, memberi nama yang baik, dan mengkhitan
3.      Menyusui hingga genap dua tahun
4.      Mendidiknya dengan didikan yang baik, beberapa pendidikan yang harus dibetikan adalah pedidikan spiritual, intelektual, perasaan, moral, kesehatan dan kebersihan, kedisiplinan dan kemandirian
Hal-hal diatas tentunya harus dilakukan ketika para orang tua mendapatkan amanah anak diri Allah swt. Bukan hanya materi yang diberikan kepada anak, akan tetapi kasihsayang dan pendidikan juga harus diajarkan kepada anak, agar anak tersebut menjadi anak yang shaleh dan shalehah.
Selain sebagai orang tua, kewajiban ukhty lainnya adalah amanah menjadi seorang istri. Selain orang tua dan saudara orang yang harus mendapatkan sikap baik dan istimewa adalah suami. Memang suami adalah orang yang baru hadir dikehidupan ukhty, akan tetapi suami disyariatkan Allah untuk menjadi penanggung jawab, pelindung, dan pengayom ukhty menggantikan orang tua ketika memasuki usia dewasa dan tua nanti, maka suami berhak pula mendapatkan perlakuan khusus.
Beberapa kewajiban seorang istri terhadap suaminya:
1.      Menyenangkan hati suami
2.      Tidak melakukan sesuatu yang dibenci suami
3.      Patuh kepada perintah suami
Kewajiban seorang istri terhadap suaminya berlaku pada kondisi standart. Hal tersebut berlaku jika sang suami beriman dan shaleh sedangkan istrinya seorang wanita yang beriman dan shalehah. Jika suami banyak melakukan kemaksiatan, sesungguhnya kewajiban ukhty menaati dirinya sudah tidak ada.
Di tengah kehidupan manusia, tentunya akhwat muslimah tidak akan terpisahkan dengan masyarakat. Para orang tua kita banyak mewarisi kebiasaan yang penuh dengan nuansa Islam. Naum, hal tersebut satu demi satu mulai terlepas dari kehidupan kita akibat arus modernisasi yang kian hari kian kuat. Nilai-nilai Islam mulai ditinggalkan bahkan oleh umat Islam itu sendiri.
Posisi kaum perempuan kian hari kian menghadapi tantangan yang sangat berat. Eksploitasi kaum perempuan semakin merajalela, perempuan banyak dijadikan komoditi bisnis dan objek pelampiasan nafsu belaka.
Padahal sesungguhnya perempuan memiliki potensi yang sangat besar dan memiliki daya tarik sekaligus jerat yang luar biasa. Potensi tersebut diibaratkan pisau bermata dua. Jiia digunakan untuk sesuatu yang positif maka akan luar biasa positif dan sebaliknya.
Karena potensi tersebut, seharusnya perempuan sadar akan posisinya di masyarakat. Ukhty harus menjafi sosok yang siap menjadi pelopor dan anasir perubahan dalam masyarakat.
Berikut adalah tugas dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh akhwat muslimah di tengah masyarakat:
1.      Memberikan keteladanan yang baik
2.      Berdakwah seperti di majelis ta’lim kaum ibu, taman pendidikan Al-Qur’an, majelis ta’lim pemuda, dan halaqah-halaqah tarbiyah
3.      Saling membantu dalam kebaikan dan taqwa
4.      Ikut serta dalam perbaikan masyarakat
5.      Menegmbalikan hak dan memebrantas kedzaliman.
Saat kewajiban tersebut mempu ukhty jalani dengan baik, niscaya kebangkitan Islam tak akan lama lagi. Dan terbentuknya masyarakat yang Islami akan segera terjadi. Semua diawali dari diri sendiri – keluarga – lingkungan sebaya – masyarakat – negara.


Comments

Popular posts from this blog

Nano-nano Kuliahku (Masa Melatih Diri Bersama Orang Baru)

Jeruk Nipis

Apakah Indonesia Sudah Merdeka?