Resensi Buku "GBS Tak Menghalangi Langkahku"
Judul
Buku : GBS TAK MENGHALANGI LANGKAHKU
Penulis Buku :
Risma Inoy
Penerbit Buku : PT
Gramedia Pustaka Utama
Tahun
Terbit : 2012
Tebal
Buku : 235 hlm + Cover depan belakang
Harga
Buku : Rp. 45.000,-
Jenis
Buku : Biografi
ISBN : 978-979-22-9102-5
Buku ini bertemakan tentang perjuangan seseorang penderita GBS (Guillain Barre Syndrome) untuk bertahan menghadapi penyakitnya.
Buku ini ditulis untuk memberi informasi kepada masyarakat
mengenai penyakit GBS, serta untuk memberikan semangat serta motivasi kepada
para penderita penyakit yang sulit di sembuhkan khususnya GBS untuk tidak
menyerah dengan penyakit yang mereka miliki.
Buku ini ditulis oleh seorang wanita bernama Rismawanniati.
Dia lahir di Jakarta pada tanggal 10 Juni 1981. Dia telah menyelesaikan
pendidikan sarjananya di Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas
Gunadarma, Depok pada tahun 2004. Setelah itu, dia berkarier di Yayasan Bina
Nusantara For Advenced Learning sebagai staf merketing selama 3 tahun.
Dia adalah istri dari Hendri Surya Perdana dan memiliki 2
orang anak bernama Jundi Ahnaf Faeyza. Tekad setelah mempunyai anak, dia
bertekad menjadi seorang fulltime mother.
Keseriusannya dalam menulis sudah ia buktikan dengan beberapa
buku antalogi yang memuat tulisannya :
· Chikend Soup for Writerpreneir’s
Soul.
· Scary Moment
· Baby Traveler
· Ouhibouki, Areta (sedang dalam
proses penerbitan).
Buku ini berisi tentang perjuangan seorang pemuda yang sedang
menikmati masa mudanya namun tiba – tiba penyakit aneh menghinggapinya. Pemuda
itu bernama Yogaswara atau biasa disapa Ogest. Dia adalah seorang pemuda yang
aktif. Dia senag sekali berolahraga dan melakukan aktivitas – aktivitas bersama
teman – temannya.
Pada suatu hari, ketika ia berusia 17 tahun, ia teserang
penyakit yang cukup aneh menurut orang lain. Masa remajanya terenggut oleh
penyakit itu. Ia tidak dapat beraktivitas seperti biasanya. Ia pun menjadi
orang yang tertutup.
Selama bertahun – tahun ia mengikuti berbagi macam pengobatan dari
yang medis sampai yang non medis dengan kondisi tubuh yang tidak sempurna.
Bagaimana tidak? Ogest yang selalu bugar dan aktif tiba – tiba saja lumpuh dan
tidak bisa berbuat apa – apa. Lengannya semakin mengecil, napas yang sesak, dan
gerak refleks yang mungkin terlihat aneh bagi sebagian orang. Belum lagi, ia
harus digotong, disuapi, dan menahan perih disekujur tubuhnya. Tulang ekornya
hancur, jari – jari tangannya pun mengepal.
Dia sempat frustrasi, menjadi pribadi yang pemarah. Dia merasa
Allah tidak adil dengannya. Semua yang disekelilingnya sering menjadi
pelampiasan atas kemarahannya.
Namun, seiring waktu berjalan dan dengan limpahan kasih sayang
dari orang tua, saudara – saudara, serta teman – temannya, ia berangsu – angsur
emosinya kembali membaik. Ia dapat kembali tersenyum dan kuat menghadapi
penyakitnya.
Kini ia mulai
menerima keadaannya, segala proses yang dihadapinya ia nikmati dengan ikhlas.
Rasa lelah, pegal, dan panas saat ia duduk di mobil sering ia rasakan namun apa
boleh buat inilah yang harus dihadapinya.
Duduk diatas kursi
roda, berbaring di atas ranjang itulah kesehariaannya selama bertahu – tahun.
Tapi, ia mulai sadar bahwa dia tak bisa hanya berdiam diri dan mengutuk
dirinya. Mau tak mau, suka tak suka ia harus menikmati semua itu.
Kemudian Allah
mengirimkannya seorang wanita cantik, berhati mulia, yang mau menerima segala
keadaannya. Wanita itu memiliki rasa cinta dan kasih sayang tulus untuk Ogest.
Wanita itu adalah Dian Dearyana, seorang istri yang kini menemani dan mewarnai
hidupnya. Setelah itu, Barulah ia menyadari bahwa Allah mencintai hambaNYA
dengan cara yang berbeda – beda.
Wanita itu mengubah
hidup Ogest. Ia membuat Ogest kembali bersemangat untuk berkarya dan penyakit
GBS yang dideritanya tak akan menghalangi langkahnya. GBS tak akan mampu
menghalangi keyakinan akan jalan yang terbentang. GBS pun tak akan bisa
menghalanginya untuk manjadi laki – laki yang sempurna dan berguna.
Berkat seorang
dokter ia dapat mengetahui bahwa ia tak sendirian. Ternyata masih banyak penderita
GBS sepertinya diluar sana.
Namun sangat
disayangkan buku yang berkualitas ini tidak diimbangi dengan gambar yang
bagus, gambar yang ada dalam buku ini kurang jelas serta tidak berwarna (hanya
hitam putih), dan juga terkadang ada bahasa – bahasa latin yang tidak
dijelaskan sehingga membuat kita sedikit bingung. Namun, semua kelemahan itu
dapat tertutupi dengan ceritanya yang sangat mengesankan seakan – akan kita
terlibat dalam cerita tersebut, banyak sekali informasi – informasi yang kita
dapatkan di dalam buku ini, serta banyak kata – kata mutiara yang membuat kita
semakin termotivasi dalam menjalani hidup.
Buku ini sangat
cocok untuk dibaca berbagai kalangan, karena cerita di dalamnya sangat
mengispirasi, membuat kita menjadi semakin bersyukur kepada Allah atas segala
karunia yang telah diberikan Allah kepada kita, serta menambah pengetahuan kita
mengenai penyakit GBS (Guillain Barre Syndrome). Buku ini sangat saya sarankan
untuk dibaca.

Comments
Post a Comment