MEMILIH, BERTAHAN, DAN BERJUANG INI JALANKU…!!!





Semua berawal dari pertemuanku dengan seorang akhwat yang kini menjadi seseorang yang penting dalam perjalananku. Beliau lah seseorang yang dikirimkan Allah untuk “menenggelamkan” aku dalam lautan perjuangan dakwah ini. Semua dimulai saat OR KAMMI. Entah, hal apa yang membuatku mau menerima ajakan beliau untuk datang menemuinya. Padahal aku baru mengenalnya saat pembukaan AMKAI (Asistensi Mata Kuliah Agama Islam) tingkat Universitas. Sebuah lembaran formulir DM langsung beliau berikan kepadaku, beliau hanya berkata “Pikirkan dahulu. Kalau mau nanti isi dan berikan ke mbak ya.” Hmm… begitu manis sekali..!!!

3 hari kemudian. Setelah berpikir cukup panjang diiringi dengan penasaran aku memutuskan untuk mengisi form itu dan aku langsung memberikannya kepada mbak itu. Dengan senyum beliau menerimanya, setelah itu aku tidak berpikir apa-apa lagi. Ternyata setelah itu ada tahap Pra DM, karena ketidak pedulianku dan cukup disibukkan dengan akademik akhirnya aku tidak mengikutinya. Mba itu bertanya, “Dek, nanti ikut DM ya?”. Dalam pikiranku DM itu sama saja dengan LDO Organisasi. Tapi aku tidak ikut Pra DM dan aku tidak tahu apa yang harus dibawa. H-beberapa jam mba itu memberikan lembar wajibat DM, setelah selesai kuliah aku langsung pergi ke RU (Raudhatul Ulum) tempat dilaksanakannya DM. sebelumnya beliau berjanji untuk datang, tapi ternyata tidak jua datang. Rasa kecewa sempat menggelayuti dan ingin pulang, tapi sudah terlanjur basah ya basah sekalian lah. Hari demi hari, kurang lebih 3 hari 2 malam aku mengikuti DM. Di hari terakhir ada yang namanya Simulasi Aksi, diacara itu aku tidak tertarik sama sekali, karena acara itu tanganku lebam akibat tarik-tarikan tali border.

Setelah DM selesai, aku sempat malas untuk ikut tahap-tahap selanjutnya mulai dari MK Khos, MK Klasikal dan sebagainya. Jika, dalam 1 bulan itu ada 4 MK mungkin aku hanya ikut 1-2 kalinya, dan untuk acara lain aku lebih memilih kuliah dan tugas-tugasku. Tetapi aku masih aktif mengikuti walaupun tidak rutin. Bersamaan dengan itu aku mendaftar 2 organisasi lainnya yaitu LDF dan BEMF. Hampir sama dengan di KAMMI, setelah tahap LDO aku tidak terlalu rajin untuk ikut agenda, tetapi untuk LDF karena acaranya di Mushola dan aku termasuk anak yang rajin stay di Mushola sepulang kuliah, jadi lumayan lah.

Bulan demi bulan semua berlalu. Seiring berjalannya waktu mulai ada tugas sebagai kader KAMMI. Acara Musyawarah Komisariat bisa dikatakan sebagai titik balikku. Aku mengikuti Muskom dimana itu merupakan pertama kalinya dan disitulah aku belajar banyak. Setelah agenda Muskom itu, mungkin aku termasuk orang yang rajin untuk mengikuti agenda (gak rajin-rajin amat sih). Mulai dari bedah syuro’, bedah buku, bedah makalah, dan lain sebagainya. Bedah buku, menjadi sesuatu yang baru lagi aku temukan. Cukup menguras otak dan emosi serta waktu. Namun, dapat aku katakan bahwa itu adalah agenda yang seru dan menambah pengalaanku. Disana aku dapat lebih memahami beberapa buku (walaupun gak paham-paham amat lah) dan semakin membuatku ingin membaca banyak buku. Bedah makalah, hal itu sangat-sangat menguras otak. Makalah yang idealnya dibuat 1 bulan sebelumnya, hanya aku buat H-2 hari sebelum pemaparan. Sungguh sangat-sangat tidak maksimal. Entahlah apa yang terjadi, jujur aku termasuk orang yang suka menunda-nunda hal itu membuatku sulit untuk mengatur waktu antara organisasi, dan tugas kuliah. Akan tetapi Alhamdulillah semua berjalan lancar, walaupun banyak cacat disana-sini karena kekekuranganku yang malas dalam membaca.

Di semua agenda-agenda itu walaupun mayoritas aku ikuti, terkadang terselip sebuah dilema didalamnya. Misalnya ketika aku harus memilih antara mengikuti syuro’ KAMMI, KUDWAH LDF ataukah Rapat BEMF. Pada saat itu aku benar-benar merasa seandainya jurus seribu bayangan (Film Naruto) itu benar-benar ada aku ingin sekali menguasainya. Semua acara itu merupakan hal yang sulit untuk dipilih apalagi jika aku dibutuhkan ketiga acara itu, terkadang aku lebih memilih untuk pulang ke asrama daripada harus memilih salah satu. Seiring berjalannya waktu, aku tidak bisa selalu lari dari hal itu semua dan aku memutuskan untuk menggilir. Misalnya hari ini ke KAMMI, besok ke LDF dan lusa ke BEMF. Namun akhirnya, aku hanya bisa menggunakan itu pada 2 oraganisasi ku yaitu KAMMI dan LDF. Terkadang ada sebuah penyesalan karena aku tidak bisa menggunakan waktuku dengan baik untuk membagi keberadaanku dan akupun selalu iri dengan orang-orang yang mampu membagi antara organisasi yang terkadang lebih dari 3 dan juga akademik yang seluruhnya berjalan mulus. Akupun pernah lelah dengan semua ini, ditambah lagi dengan nilaiku yang naik turun. Takut selalu menghantui, karena ada tanggung jawab kepada orang tuaku yang harus aku bawa. Sempat terpikir untuk lepas dari semua organisasi yang aku ikuti dan focus dengan kuliahku. Tetapi aku ingat kata-kata orang tuaku “Jangan sampai kamu menyesal karena tidak menggunakan kesempatan sebaik-baiknya dalam berorganisasi.” Selain itu aku tidak yakin akan lebih baik saat aku meninggalkan semua organisasiku dan akhirnya rencanaku itu hanyalah tinggal rencana. Lagi-lagi mau tak mau kita harus memilih dan disetiap pilihan selalu ada resiko didalamnya, maka dari itu kita harus bijak dalam memaknainya.

Sampai akhirnya kini, aku terdampar disebuah oraganisasi yang tidak tahu akan menjadikan aku seperti apa nantinya yaitu KAMMI. Beberapa bulan lalu aku telah melewati tahap selanjutnya dari organisasi ini setelah diawal DM1 dan kini DM2. DM2 merupakan pengelaman yang tak terlupakan. Bertemu dengan orang-orang hebat dari seluruh penjuru Indonesia. Satu misi yang dibawa yaitu menjadi bagian dari perjuangan dakwah ini. Jasadiyah, fikriyah dan mentalitas semua dibina disana. Tak ada kata mengeluh dan lelah, karena kami sadar bahwa dakwah ini akan lebih keras dari pelatihan ini dan akan banyak bahaya yang kami hadapi demi tegaknya agama ini. Tepatnya di Bogor aku dan teman-teman seperjuanganku melakukan DM2. Disana diri ini semakin malu dengan kemampuan yang ada. Begitu minimnya pengetahuan, begitu kurangnya bacaan, dan begitu sombongnya dengan kemampuan yang tak ada apa-apanya. Hal yang sellau aku takutkan adalah aku tidak dapat memberikan apa-apa. Padahal di luar sana, banyak yang lebih mumpuni untuk berada dalam forum ini. Tapi kenapa aku, dan kenapa harus aku serta apa rencana yang Maha Kuasa untuk ku?
Lagi-lagi ada keraguan yang mendalam pada diriku. Akankah tahap-tahap ini akan menjadikanku sesuatu yang berarti? Bukan hanya untuk organisasi ini, akan tetapi bagi diriku, lingkunganku, bangsaku dan agamaku? Sampai sekarang masih saja ada Tanya, apakah yang kulakukan ini tepat? Dan apakah aku bisa mendapatkan ridho Allah disini? Pertanyaan-pertanyaan itu selalu muncul. “Jangan tanyakan apa yang kamu dapatkan, tetapi tanyakan apa yang sudah kamu berikan.” Mungkin itu sesuatu yang tepat untuk menggambarkan pertanyaanku.

Kini ada generasi-generasi pejuang dihadapanku, dengan semangat perbaikan yang sangat tinggi untuk membangun negeri ini menuju cita-cita Islami. Aku harap KAMMI dapat selalu menjadi barisan terdepan dalam perbaikan. Bukan hanya berani beraksi tetapi terus berupaya mamberi solusi untuk Indonesia yang lebih baik lagi. Untuk para Revolusioner Muda tetap jaga semangat membara. Ingatlah perjalanan ini tidaklah mudah, akan selalu ada bahaya yang menyerta. Tetap teguh dengan cita, demi tegaknya agama Allah semata.

Tetap Semangat Menuju Perbaikan.

Jalan Dakwah Ini Masih Begitu Panjang.

Tak Ada Kata Lelah Selama Nyawa Menyala.

Jadilah Bagian Dari Sebuah Peradaban Yang Gemilang.

Bukan Penonton, Tatapi Penggerak Peradaban Demi Tegaknya Panji Islam

#SangRevolusionerMuda

By. Uswatun Khasanah

Indralaya, 07 Februari 2016

Humas KAMMI AL-QUDS

Comments

Popular posts from this blog

Nano-nano Kuliahku (Masa Melatih Diri Bersama Orang Baru)

Jeruk Nipis

Apakah Indonesia Sudah Merdeka?