Tak Berguna, Bukan Berarti Tak Berhak Ada







“Sesungguhnya tidak ada yang sia-sia yang telah Allah ciptakan di muka bumi ini.”
Membuka sebuah lembar-demi lembar kehidupan dengan ke-optimisan bahwa tidak akan pernah ada yang sia-sia di muka bumi ini
Bibir itu seperti melodi yang dengan ringan mengayunkan telinga-telinga yang mendengarnya
Mata itu binar sadis menusuk angan-angan sang pengisi bayang
dan untaian kata demi kata itu seakan seperti temali yang kuat mengikat mimpi-mimpi yang ingin terbang mencari sang perealisasi

Seperti mawar yang jelita namun menyakitkan
Untaian kalimat itu membuat hati merintih tak tertahankan
Impian yang sedang berpondasi seakan terkena gempa maha dahsyat
“Apa yang telah kamu dapatkan disana?”
“Akan menjadi apa kamu disana?”
“Apa yang telah kamu hasilkan disana?”
“Apakah tidak bosan menjadi penghuni lama disana?”
Pertanyaan yang jika ditelaah sama seperti sang pengucapnya

Maaf….
Hanya kebermanfaatan yang ingin dicari..
Pride bukan sebuah tujuan..
Price pun tidak sama dengan apa yang terbayangkan..

Saat ini.. hanya tawa mereka yang dapat terdengar..
Hanya cibiran yang dapat terlihat
Cibiran sampah tanpa solusi..
Ini diriku.. diri yang sedang ditempa untuk mengubah dunia

Tak akan kubiarkan mulut ini untuk berbicara
Berbicara nyinyir apalagi berapi-api tanpa asap yang mendahului
Karna aku tahu, amarah sesungguhnya tak akan bisa menyelesaikan problema
Akan ku buktikan, aku tak bersalah
Tak bersalah dengan apa yang aku inginkan
Camkan…

Rumahku saat ini mungkin bukan rumah terbaik..
Rumah kecil mungil yang mengkin hanya dijadikan tempat persinggahan belaka
Ya.. atapnya sedikit berlubang, terkdang terik menerpa dan hujan mengguyur..
Halamannya kurang tertata rapi, maklum saja terkadang terlalu sibuk dengan diri
Perabotannya tak selengkap rumah kalian..
Tapi aku yakin.. rumah ini akan melahirkan orang-orang yang akan mengubah dunia..

Jika memang orang-orang terdahulu kami tak dapat minimal memperbaiki rumah ini
Tapi akau janjikan dan pastikan, kami yang akan memperbaiki rumah ini dan rumah kalian

Aku tak pernah merasa bersalah masuk ke dalam rumah ini
Walau kalian anggap rumah ini tak pantas ada
Namun, suatu saat.. ahh tidak.. sebentar lagi..
Rumah ini akan menghasilkan manusia-manusia yang mempu bersitegang dengan zaman.

Ini janjiku..
Merubah peradaban menghancurkan zaman..
Bukan menjadi penerus generasi.. tetapi menjadi perubah generasi..
Generasi bobrok tanpa angan menjadi generasi impian dengan banyak pengghasilan..

Ini bukan siapa yang lebih bermanfaat..
Tetapi ini tentang siapa yang mampu memanfaatkan..
Karena sesunguhnya yang tak berguna bukan berarti tak boleh ada..

Hanya saja kalian terlalu sempit memandang, hingga tak melihat secercah cahaya peradaban

Comments

Popular posts from this blog

Nano-nano Kuliahku (Masa Melatih Diri Bersama Orang Baru)

Jeruk Nipis

Apakah Indonesia Sudah Merdeka?